Barack Obama

14 Jan 2009

Kemenangan Barack Obama dalam pilpres di Amerika Serikat, tidak hanya disambut dan disyukuri di negeri adi kuasa itu sendiri; tapi tampaknya dunia pun ikut bersorak gembira. Barack Obama menorehkan namanya dalam sejarah sebagai presiden kulit berwarna pertama AS. Namun saya kira bukan karena ini benar, dunia menyambut gembira kemenangan Obama.Dunia selama ini demam berat, sulit tidur, akibat pemimpin-negara-paling-kuasa-nya sakit seperti kerasukan hantu hutan. Seperti diketahui, George W Bush yang –entah bagaimana bisa dua preiode menjadi presiden, arogansinya telah melahirkan atau menyuburkan dendam dan kebencian dimana-mana. Sikap ngawurnya telah mengembang-biakkan terorisme dunia.Tidak usah jauh-jauh. Tanyakanlah kepada para pejuang agama atau mujahidin kontemporer di negeri kita ini, mengapa mereka begitu menggebu-gebu meneriakkan Allahu Akbar! , siap mengasah pedang dan mati syahid. Tanyakan kepada Amrozi cs, mengapa tertarik ikut latihan militer di Afghanistan dan dengan cengengesan melecehkan kematian di negerinya sendiri? Tanyakan kepada mereka yang bersimpati kepada Trio Bom Bali itu. Sebelum Hati kecil mereka menjawab, insyaAllah akan melintas terlebih dahulu dalam benak mereka wajah kafir paling kafir: si Bush dan Amerikanya.

Selama ini Amerika Serikat khususnya di bawah kepemimpinan Bush telah membuat pergaulan dunia tidak nyaman. Akibat kengawurannya tidak hanya dirasakan oleh mereka yang langsung terlalimi seperti di Iraq dan Afganistan, tapi berdampak global dan menyangkut banyak aspek. Dari sudut akidah, misalnya, kebijakan pemerintah Amerika yang tidak bijak selama ini, minimal telah memperkokoh iman orang-orang muslim lugu akan adanya kekuatan besar yang memusuhi Islam. Amerika dan sekutunya adalah kafir-kafir besar yang sengaja akan menghancurkan Islam; maka harus diperangi. Celakanya lagi, karena keluguan mereka, setiap orang yang tidak ikut mengimani ini atau tidak setuju dengan mereka, dianggap antek Amerika yang harus diperangi juga.

Demikianlah; para pemilih di negara besar yang baru tuntas menghapus diskriminasi rasial tahun 1970 itu; akhirnya memilih Barack Hussein Obama II untuk menjadi presiden AS yang ke 44, menggantikan si Raja Teror, George W. Bush. Dunia pun lega. Setidak-tidaknya mimpi buruk bersama cowboy mendem George W. Bush sudah berakhir.Tinggallah harapan dunia pada Obama. Apakah Obama benar-benar bisa mewujudkan Perubahan yang selama ini ia canangkan. Perubahan yang tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh rakyat Amerika, tetapi juga oleh masyarakat dunia. Setidaknya kengawuran di masa Bush, bisa berubah menjadi akal sehat dan keadilan. Arogansi dan keangkuhan adi daya berubah menjadi ketawadukan dan kearifan. Kecurigaan dan kebencian berubah menjadi kepercayaan dan kasihsayang. Pengaruh buruk berubah menjadi pengaruh baik. Semangat perang berubah menjadi semangat damai.Syukur panas dunia bisa berubah menjadi kesejukan.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post